Profil

Didi Nini Thowok

October 17, 2015
didi

Penari kebanggaan Indonesia Didik Nini Thowok terlahir dengan nama asli Kwee Tjoen Lian. Namun karena sakit-sakitan orang tuanya kemudian mengubah namanya menjadi Kwee Tjoen An. Ayah Didik, Kwee Yoe Tiang, merupakan seorang keturunan Tionghoa, sedangkan ibunya Suminah, adalah wanita Jawa asli, asal Desa Citayem, Cilacap.

Didik adalah anak sulung dari lima bersaudara yang keempat adiknya adalah perempuan. Karena masih keturunan Tionghoa, mereka diwajibkan mengganti nama Tionghoa mereka menjadi nama pribumi sehingga nama Kwee Tjoen An pun menjadi Didik Hadiprayitno.

Didik Nini Thowok lahir di kota Temanggung Jawa Tengah pada tanggal 13 November 1954. Didik menyelesaikan pendidikan seninya di Institut Seni Indonesia pada tahun 1982, sekarang menjabat sebagai direktur Lembaga Pendidikan Kejuruan Tari Natya Lakshita Dance School dan Didik Nini Thowok Entertainment.

Didik Nini Thowok terkenal karena keunikannya dalam memadukan tarian klasik, rakyat, modern dan komedi. Satu dari sedikit seniman yang menampilkan tari tradisional lintas gender. Keahliannya menjiwai karakter perempuan dalam berbagai tarian daerah seperti tari topeng, Sunda, Cirebon, Bali, dan Jawa Tengah.

Didik Nini Thowok sangat terkenal sebagai penari dari Indonesia dengan multi talentnya seperti menari, pengajar, aktor, mimer, make up artis, komedian dan penyanyi. Dia dikenal interpretasinya dalam tarian tradisional dari berbagai wilayah di Indonesia dengan kemurnian gerakan karya Didik Nini Thowok sendiri yang telah diakui secara Internasional.

Didik Nini Thowok memiliki segudang prestasi yang diakui dunia berupa award yang pernah diterimanya dan hasil karyanya yang sangat banyak yang pernah ia produksi termasuk artikel, tarian tradisional, tarian komedi, tarian tradisional multinasional , kolaborasi multinasional, penampilan internasional, dan puluhan D’oude couple di seluruh dunia.

Belum lama ini kembali Didi Nini Thowok menunjukkan taringnya. Dalam memperingati ulang tahun yang ke-2, Galeri Indonesia Kaya menggelar serangkaian acara seni. Salah satunya adalah kolaborasi penari beda generasi di Galeri Indonesia Kaya.

Dimana dalam pertunjukkan ini Didi Nini Thowok berkolaborasi dengan Mila Rosinta Notoatmojo yang sudah menari sejak kecil, dan akhirnya memutuskan mendalami ilmu tari dan belajar lebih banyak tentang bagaimana menciptakan tari, memperdalam tradisi Jawa dan belajar tari tradisi Jawa.

Penampilan kedua seniman beda generasi ini menceritakan dinamika hubungan generasi tua dan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari. Melalui gerakan tari yang menghibur dan dibalut dengan komedi segar ala Didi Ninik Thowok, cerita Canda Tua dan Muda dipaparkan secara gamblang dan mengundang tawa penikmat seni.

Sumber : detik.com

You Might Also Like