Profil

Ridwan Kamil & Lucky Hakim Dukung #BoikotBonbinBDG#

May 12, 2016

#BoikotBonbinBDG menyeruak lantaran kematian gajah Yani/©instagram.com/ridwankamil

Selama 1 minggu tergolek lemah lantaran sakit, Yani, Gajah Sumatera di Kebun Binatang Bandung pada akhirnya hembuskan nafas terakhir. Kematian gajah itu rupanya bikin banyak pihak jengkel, termasuk juga artis Lucky Hakim, yang memanglah satu diantara pencinta binatang. Bukan sekedar lelaki yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR fraksi PAN komisi X serta orang-orang yang menyesalkan kematian Yani. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil akan menyerukan #BoikotBonbinBDG di akun media sosialnya. ” Baru saja berita masuk. Gajah yang tadi pagi ditengok yang bernama Yani ini mati jam 18-an. ; (Lantaran ini bonbin punya pribadi, saya bakal tekuni serta mencari usaha hukum. disamping itu Mari lawan dengan #BoikotBonbinBDG, ” catat Ridwan di caption photo ini. ” Innalillahi, satu minggu tergeletak lemah di tanah, gajah yang sakit itu tidak ditangani dokter hewan secara langsung, pada akhirnya mati, kasihan banget. Menurut saya ini sudah gak profesional serta tidak sesuai sama standard, bisa jadi bahan cemoohan dunia. Malu kita nih sama kebon binatang di negara lain yang dikelola begitu profesional ” tutur Lucky waktu dihubungi melalui sambungan telephone, Kamis (12/5). Dari info pihak pengelola, yaitu Yayasan Margasatwa memanglah mengakui telah setahun mereka tak mempunyai dokter yang siaga di Kebun Binatang. Lucky juga mengerutkan dahi mendengar kenyataan ini.

” Lha saat ini telah mati begini ya begitu miris dengernya, mudah-mudahan tidak ada hewan sakit yang ditelantarkan lagi di Kebun Binatang Bandung itu. Saat bonbin tidak stand by dokter hewan, ” kata Lucky. Menurut Lucky, semestinya pihak Kebun Binatang Bandung tidak usah menanti datangnya investor. Dari ticket masuk yang di bandrol Rp 20 ribu saja telah dapat melindungi mutunya. Demikian halnya harus mencermati masukan dari orang-orang, lantaran Kebun Binatang Bandung terbuka untuk umum serta bakal jadi citra yang jelek di mata dunia apabila tak profesional. ” Ini kan untuk umum, bukanlah piaraan pribadi serta tertutup. Binatang yang ada di dalamnya yaitu binatang langka, punya negara, jadi seandainya memelihara ya yang baik, beberapa dapat di ambil paksa oleh negara bila binatang-binatang langka itu hingga terlantar, sakit lama serta tidak ditangani dokter hewan,” Seluruh Indonesia bahkan juga dunia dapat lihat photo serta videonya dari internet, ini citra yang jelek, serta bila orang-orang kecewa juga geram ya mesti di perhatikan. Bila anti kritik serta anti masukan ya baiknya tutup saja, kembalikan binatang-binatangnya ke Negara, ” ujarnya.

You Might Also Like